Pages

Labels

Jumat, 19 Agustus 2011

Video Mesum Diduga Karyawan PT SCI Beredar di Kulonprogo

Video Mesum Diduga Karyawan PT SCI BeredarKulonprogo. Video mesum yang diduga dilakukan oleh karyawan PT Sung Chang Indonesia (SCI) beredar melalui ponsel di kalangan warga sekitar lokasi pabrik yang ada di Dusun Tambak, Desa Triharjo, Wates, Kulonprogo. Video yang semula hanya beredar di kalangan karyawan PT SCI, namun sejak beberapa hari lalu sudah beredar ke masyarakat sekitar.
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu terlihat sepasang laki-laki dan perempuan sedang melakukan perbuatan mesum layaknya hubungan suami-isteri di sebuah ruangan kosong. Video dibuat oleh orang ketiga yang merekam adegan tersebut dari arah atas melalui celah ventilasi udara.
Adanya dugaan pelaku adegan mesum merupakan karyawan perusahaan produsen wig tersebut karena pelaku perempuan masih mengenakan baju berwarna pink serupa dengan seragam PT SCI. Salah satu warga Dusun Tambak mengungkapkan, video itu mulai beredar ke warga sekitar sejak tiga hari lalu.
“Beredar di warga sekitar sejak tiga hari lalu, sebelumnya hanya beredar di kalangan karyawan PT SCI saja melalui handphone,” ungkap warga yang enggan disebut namanya tersebut.
Ketika dikonfirmasi, General Manager PT SCI Kulonprogo, Cho Han Hyun, mengatakan tidak tahu adanya video tersebut dan menyanggah bahwa pelaku dalam video tersebut merupakan karyawan di perusahaannya. Pihaknya juga terbuka serta mempersilahkan jika polisi akan melakukan penyelidikan terhadap video tersebut. “Kami tidak tahu, kalau mau polisi (melakukan penyelidikan) tidak apa-apa,” katanya didampingi stafnya, Nuri.
Nuri menambahkan, di perusahaanya memang ada seragam karyawan berwarna pink yang dipakai oleh mandor antar barang. Sedangkan karyawan laki-laki yang ada di perusahaan itu ada di bagian produksi, mekanik, serta sekuriti. Namun dia kembali menyanggah dan menyatakan bahwa pelaku video mesum tersebut bukan merupakan karyawan PT SCI Kulonprogo.
Nuri juga mengatakan, di gedung PT SCI Kulonprogo tidak ada ruangan yang tidak terpakai dan kebanyakan hanya satu lantai. “Yang jelas di SCI semua ruangan terpakai dan tidak ada gudang. Tidak ada yang tingkat, kebanyakan satu lantai,” tandasnya.(krjogja)

TKI Bantul terancam dipotong tangan

BANTUL—Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmirasi (Disnakertrans) Bantul Didik Warsito memastikan, TKI asal Trimulyo, Jetis, Sri Wahyuni yang terancam dipotong tangan di Arab Saudi tak terdata di lembaganya. Pasalnya, kata dia, sejak 2008 Pemkab Bantul menghentikan pengiriman TKI untuk pembantu rumah tangga.
Meski begitu, menurutnya, lembaganya segera berkoordinasi dengan Disnakertrans DIY. “Kemungkinan data tidak terekam, apalagi kalau berangkat bukan dari Jogja. Tapi bagaimanapun ini harus kami telusuri,” ujarnya.
Sementara itu Gubernur DIY Sir Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Bantul Sri Suryawidati mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. “Saya malah belum dengar, dari mana berangkatnya, akan segera saya tanyakan ke Disnakertrans,” ujar Sultan usai peringatan HUT ke-180 Kabupaten bantul, Rabu (20/7).
Sri Surya Widati juga mengaku belum mengetahui kabar tersebut. “Saya belum tahu. Apalagi kami tidak pernah kirim TKI untuk pembantu rumah tangga, tapi ini segera saya tanyakan bagaimana pun dia warga Bantul,” katanya (harian jogja)

Heboh UFO di Patuk, Itu Hanya Isu

WONOSARI – Berita mengenai Unidentified Flying Object (UFO) yang sempat dilansir sejumlah media nasional tengah melintas di atas langit Patuk Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu (20/7) malam, dibantah tegas oleh sejumlah warga Desa Sambipitu, Putat, Nglegi, Patuk. Warga menyatakan, berita yang digembar-gemborkan beberapa media tersebut hanyalah pesawat terbang biasa jenis capung yang memang sering melintas di atas langit Patuk.
“Tidak ada satupun warga yang melihat UFO. Mereka hanya melihat pesawat terbang biasa,” kata Slamet (36) warga Desa Nglegi, Kamis (21/7).
Terpisah Kapolsek Patuk, Kompol Sumadi mengatakan, kabar tersebut masih simpang siur dan hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan laporan langsung dari masyarakat. Pihaknya juga menduga, benda tersebut adalah pesawat terbang rendah. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya UFO di Kecamatan Patuk,” tegasnya. (KRjogj)

Tertib Bayar Listrik, Meteran Malah Bongkar PLN

YOGYA – Kasus pemutusan aliran sekaligus pembongkaran meteran listrik oleh petugas PLN kembali terjadi dan merugikan seorang pelanggan, Daryanto Widagdo, Warga Gang Gambir Sawit, Karangsari, Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Menurut Daryanto, rumah itu memang dalam keadaan kosong namun setiap bulan selalu membayar listrik dengan nomor ID 5210802089097 itu tepat waktu. Namun, petugas memutus jaringan bahkan membongkar meteran dan sesuai dengan peraturan sebelum melakukan hal itu disertai pemberitahuan terlebih dulu.
“Pemutusan sambungan apalagi pembongkaran meteran bila pelanggan menunggak pembayaran dan didahului dengan pemberitahuan. Yang terjadi kemarin (Sabtu,13/8) tiba-tiba sambungan langsung diputus tanpa ada pemberitahuan. Ini sangat sewenang-wenang dan bentuk arogansi PLN sehingga merugikan konsumen,” katanya kepada KRjogja.com, Senin (15/8).
Daryanto menjelaskan peristiwa itu diketahui dari informasi tetangga sekitar dan pemutusan dilakukan oleh empat petugas PLN. Petugas hanya meninggalkan secarik kertas pemberitahuan pemutusan dan pembongkaran meteren yang ditandatangani Manager UP3 Yogyakarta Selatan, Willy Novananda Siregas. Namun, surat pemberitahuan pemutusan atas nama Achmad Heriyanto dengan nomor pelanggan 521082205070. “Saya sudah mengadukan masalah tersebut ke call centre PLN 123 dengan nomor aduan 9387.” (KRjogja.com)

Sultan Setuju Bandara Baru di Palihan Temon Kulonprogo

Konsep Bandara KulonprogoYOGYA – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyetujui pilihan lokasi Bandara Internasional Kulonprogo di daerah Palihan, Kecamatan Temon. Posisinya adalah di sebelah barat Kali Serang di antara Pantai Congot dan Pantai Glagah.
Tim konsultan dari PT Angkasa Pura I dan Kementerian Departemen Perhubungan akan segera melakukan studi kelayakan (feasibility study), guna mendapatkan kajian lebih lengkap dan pasti menuju realisasi proyek infrastruktur strategis ini.
Areal bandara nanti juga tidak akan tumpang tindih dengan lahan pertambangan pasir besi PT Jogja Magasa Iron (JMI). Keterangan ini diungkapkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeda DIY, Gatot Saptohadi, akhir pekan lalu.
“Saat pertemuan bersama tim konsultan, Kemenhub, Ditjen Hubud, Bupati Kulonprogo, dan PT Angkasa Pura I di Kepatihan, Kamis (11/8), Sultan menyangka kalau dari hasil feasibility study, areal bandara sama dengan proyek eksplorasi biji besi,” kata Gatot Saptohadi kepada Tribun Jogja, Jumat (12/8) pagi.
Kepastian itu juga disampaikan Sekda Kulonprogo, Budi Wibowo. “Di sebelah timur Kali Serang, untuk proyek eksplorasi biji besi. Kemudian, Serang digunakan pelabuhan ikan. Bayangan Sultan, lokasi bandara ada di sebelah timur JMI, atau tumpang tindih dengan proyek PT JMI,” lanjut Gatot.
Pemerintah Provinsi DIY dan PT Angkasa Pura I (Persero) telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) rencana pembangunan bandara pengganti Bandara Internasional Adisutjipto di Sleman. Lahannya akan menggunakan tanah Puro Pakualaman.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Tommy Soetomo, beberapa waktu lalu mengatakan kondisi Bandara Adisutjipto dalam kurun 5-10 tahun ke depan akan mengalami pertumbuhan rata-rata penumpang sampai 10 persen per tahun.
Hal ini menimbulkan kekurangan kapasitas dan fasilitas bandara antara lain terminal, runway, taxiway, apron dan parkir kendaraan. Dari sisi jumlah, pada 2010 saja penumpang domestik mencapai 3.488.500 orang dan penumpang internasional 206.500 orang.
Sedangkan luas terminal domestik dan internasional yang ada saat ini hanya cukup untuk 1.050.000 penumpang per tahun. PT AP I akan menggandeng GVK, perusahaan India yang mengelola Bandara Internasional Mumbai dan Bangalore.(Tribunjogja)

SMP 2 kretek dan Suzuki Medan Jaya dibobol maling

BANTUL—Jelang lebaran, tindak kejahatan justru kian marak di Bantul. Dalam semalam, aksi perampokan terjadi di dua tempat, yakni di SMP 2 Kretek dan Dealer Suzuki Medan Jaya, Bantul. Masing- masing mengalami kerugian Rp87 juta dan Rp3,8 juta.
Di SMP 2 Kretek, 9 unit komputer dan 4 unit Liquid Crystal Digital (LCD) berbagai merk yang berada di ruang komputer ludes digasak maling. Namun perampok tidak membawa serta casing-nya. Perampok hanya mengambil hardware komputer seperti hardisk, motherboard, CD room, memory, dan VGA. Adapun power supply dibiarkan tertinggal di dalam casing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Jogja, kejadian ini diketahui oleh para siswa sebelum jam belajar mulai pada pagi hari tadi (18/8) sekitar pukul 07.00 WIB yang melapor kepada Kepala Sekolah SMP 2 Kretek, Dalhar. Siswa-siswa melaporkan jika casing-casing komputer teregeletak di lapangan dekat ruang komputer sekolah yang agak menjorok ke belakang. “Waktu itu saya menunggu siswa di depan gerbang sekolah. Lalu ada murid yang melapor sambil bawa CPU,” ungkap Dalhar dalam kesaksiannya pada penyidik Reskrim Polsek Kretek, Kamis (18/8).
Tak hanya SMP 2 Kretek, pencurian juga terjadi di Dealer Suzuki Medan Jaya, Klodran, Bantul yang diperkirakan terjadi Kamis (18/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kasus tersebut baru diketahui pukul 08. 00 WIB, ketika seorang pegawai bernama Nova masuk kantor. Dia mendapati pintu ruangan administrasi sudah tercongkel. Ketika dicek ternyata uang setoran sparepart sebesar Rp3,8 juta di dalam lemari cabinet sudah raib. Brankas besi di lemari tersebut juga sempat dibuka, tapi gagal karena perampok tidak mengetahui nomor segelnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Wachyu Tribudi meminta agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya menjelang lebaran, kriminalitas bisa jadi meningkat. Tindakan kejahatan, katanya, dilakukan lantaran sulitnya untuk memenuhi kebutuhan untuk kepentingan hari raya.(Harian Jogja)

Gunungkidul kini punya bursa mobil bekas

bursa mobil bekas gunung kidulGUNUNGKIDUL— Kabar menarik bagi pelaku usaha bisnis mobil dan motor bekas di Gunungkidul. karena kini Setiap Sabtu pagi digelar bursa motor dan mobil bekas yang berlokasi di sepanjang Jalan Masjid Alun-Alun Wonosari .

“Kegiatan ini baru pertama ini kami rintis bersama Wahyu Mokas, paguyuban pengelola motor dan mobil bekas komplek Pemkab Gunungkidul rencananya akan rutin digelar setiap hari Sabtu mengisi hari libur lima hari kerja,” kata ketua panitia bursa mobil bekas Bambang Riyanto kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Menurut Bambang, acara tersebut terinspirasi dari bursa mobil di sejumlah kota besar lainnya yang selama ini memiliki prospek cukup baik. Di Gunungkidul, imbuh Bambang, terdapat sekitar 130 pelaku usaha bisnis mobil yang dapat dipertemukan melalui ajang bursa tersebut.

“Setidaknya melalui ajang ini penjual dan calon membeli bisa bertemu langsung tanpa perantara. Panitia pun tidak memungut biaya sepeserpun apabila terjadi transaksi di event burso mobil ini,” jelas Bambang yang juga PNS di Pemkab Gunungkidul.

 

Blogger news

Blogroll

About