Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Gunung Kidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Kidul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2011

Gaji PNS Gunungkidul Dipercepat Pembayarannya

WONOSARI — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memajukan penerimaan gaji Pegawai Negeri Sipil di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk September menjadi 26 Agustus 2011 agar bisa berlebaran.
“Masing-masing bendahara SKPD bisa mengambil Surat Perintah Pencairan Dana (PS2D) pada Senin (22/8) berdasarkan Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI, ” kata Kabag Humas Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Gunungkdiul Azis Saleh kepada KRjogja.com, Kamis (18/8).
Dia menjelaskan penerimaan gaji rutin dilakukan melalui rekening PNS di setiap bank atau bendahara SKPD sehingga bisa dimanfaatkan para PNS saat lebaran. Akhirnya, para PNS menerima gaji dua kali pada Agustus ini.
Pencairan gaji lebih awal mendapat respons positif dari para PNS karena sangat berarti dan tidak menerima THR. “Kami menyambut positif kebijakan Pemkab Gunungkidul terkait dengan penerimaan gaji PNS sebelum lebaran,”’ ungkap Suyanto salah satu PNS di Gunungkidul.

Gunungkidul kini punya bursa mobil bekas

bursa mobil bekas gunung kidulGUNUNGKIDUL— Kabar menarik bagi pelaku usaha bisnis mobil dan motor bekas di Gunungkidul. karena kini Setiap Sabtu pagi digelar bursa motor dan mobil bekas yang berlokasi di sepanjang Jalan Masjid Alun-Alun Wonosari .

“Kegiatan ini baru pertama ini kami rintis bersama Wahyu Mokas, paguyuban pengelola motor dan mobil bekas komplek Pemkab Gunungkidul rencananya akan rutin digelar setiap hari Sabtu mengisi hari libur lima hari kerja,” kata ketua panitia bursa mobil bekas Bambang Riyanto kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Menurut Bambang, acara tersebut terinspirasi dari bursa mobil di sejumlah kota besar lainnya yang selama ini memiliki prospek cukup baik. Di Gunungkidul, imbuh Bambang, terdapat sekitar 130 pelaku usaha bisnis mobil yang dapat dipertemukan melalui ajang bursa tersebut.

“Setidaknya melalui ajang ini penjual dan calon membeli bisa bertemu langsung tanpa perantara. Panitia pun tidak memungut biaya sepeserpun apabila terjadi transaksi di event burso mobil ini,” jelas Bambang yang juga PNS di Pemkab Gunungkidul.

Selasa, 24 Agustus 2010

Pantai Pandansimo Baru Tawarkan Sesuatu yang Lain


Lain dengan pantai kebanyakan, Pantai Pandansimo Baru yang terletak di sebelah timur Pantai Pandansimo lama menawarkan suasana pantai yang lebih teduh dan nyaman bagi pengunjung yang hadir.

Ketua II Pokgiat LPMD Pantai Pandansimo Baru, Jumali menyatakan, sejak tiga bulan yang lalu warga Dusun Ngentak Poncosari, Srandaan, Bantul mulai mengembangkan pantai Pandamsimo untuk menjadi kawasan wisata yang menarik bagi wisatawan.

"Pantai Pandansimo Baru tidak panas, tapi menawarkan keteduhan yang didapat dari air laut dan pohon akasia yang ada di sekita pantai yang ditanam warga sekita lima tahun lalu," ujarnya.

Lebih lanjut Jumali mengatakan bahwa Pantai Pandansimo Baru juga tidak seperti pantai lain yang cenderung terjal, tapi pantai sepanjang sekitar 600 meter tersebut justru malah masuk kategoi pantai yang landai.

Dalam hal pengemabangan, Pantai Pandansimo Baru mulai berbenah sejak tiga bulan lalu. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat temat usaha tempat pelelangan ikan (TPI) secara swadaya oleh warga setempat.

"Kami mulai membangung TPI dalam dua kategori yakni ukuran 3x6 m sebanyak 61 unit. Masing-masing unit seilai Rp 5 juta. Lalu ada ukuran 9x6 m sebanyak 21 dari target 35 unit senilai Rp 20 juta per unit," katanya.

Dengan potensi yang ada, Jumali mewakili kelompok warga meminta kepada pemerintah untuk setidaknya memberikan bantuan bagi penataan kawasan sekitar Pantai Pandansimo Baru. "Mungkin setidaknya kami butuh sekitar Rp 15 juta untuk penataan kawasan di sekitar Pantai Pandansimo Baru," akunya.

Diharapkan, pengerjaan penataan kawasan Pantai Pandansimo Baru akan dapat diselesaikan pada tahun ini juga. Sementara itu, Jumali dkk juga sedang mencari investor yang bersedia menanamkan modalnya di Pantai Pandansimo Baru.

"Penataan yang paling kami dibutuhkan meliputi sarana prasarana dan mushola," tuturnya.

Pengembangan Pantai Pandansimo Baru secara khusus memang dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menghilangkan citra negatif Pantai Pandansimo lama yang selama ini telah tertanam di masyarakat. Wilayan Pantai Pandansimo Baru sendiri dipisahkan oleh hutan lindung di antara Pantai Pandansimo dan Pantai Pandansimo Baru.
Sumber : gudeg.net

Teater Boneka Hibur Warga Ledok Tukangan

Pentas keliling Teater Lakon yang digawangi oleh Aletta Smeets dan Ista Bagus Putranto mendapat apresiasi masyarakat Ledok Tukangan Yogyakarta, Jumat (20/8) lalu. Tak hanya anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak pun tertarik untuk sekadar menyaksikan pertunjukan yang mungkin untuk pertama kalinya mereka saksikan itu.

Mengambil cerita "Monyet Loe!", pentas tersebut mengisahkan tentang isu Global Warming yang akhir-akhir ini dampaknya semakin terasa hampir di seluruh penjuru dunia.

Production Manager Teater Garasi Reni Karnila Sari menyatakan, pentas ini sebagai usaha untuk membuka mata kita terhadap apa yang teah terjadi saat ini, khususnya bagi anak-anak yang akan mewarisi masa depan nanti.

"Saat ini perubahan musim terjadi dengan luar biasa. Semuanya karena pemanasan global yang disebabkan oleh tidak diperhatikannya lagi lingkungan oleh manusia, bahkan sejumlah pihak merusaknya," ujarnya di Ledok Tukangan, Jumat (20/8).

Pentas berdurasi sekitar satu jam itu berkisahkan tentang Hanoman dan SUbali yang hidup di dalam hutan. Ketika sedang bermain dan sedang asiknya, mereka tersesat.

Hanoman diambil oleh pemburu liar dan dijadikan sebagai obyek hiburan untuk tamu-tamu di sebuah cafe. Dalam sangkar, Hanoman sangat sedih dengan hidupnya yang setiap hari dipaksa untuk menari-nari demi mendapat uang untuk majikannya.

Suatu hari, Hanoman berkenalan dengan Anton, seorang anak jalanan yang sedang berteduh di teras rumah tempatnya dikurung. Akhirnya Anton bersedia membantu Hanoman yang sedang mengalami kesulita.

Menurut Reni, semakin banyak binatang-binatang yang menjadi langka atau bahkan punah, memberi pesan bahwa kita pun suatu saat nanti bisa menjadi seperti mereka bila tidak menjaga lingkungan.

Petunjukan ini berdasarkan pengalamannya bermain teater boneka sejak kecil dan keinginan untuk memberi hiburan yang mendidik bagi anak-anak melalui pertunjukan yang mengombinasikan teknik teater dari budaya Indonesia dan Belanda.

Pertunjukan secara tersirat ingin mengingatkan bahwa tokoh Hanoman dalam cerita menggambarkan populasi orangutan di Indonesia yang semakin hari semakin menghilang. "Yang menyedihkan adalah yang menghancurkan populasi mereka adalah manusia," terangnya. 


Sumber : gudeg.net
 

Blogger news

Blogroll

About